Edisi 15 November 2009 dari situs surat kabar The Guardian, sebuah surat kabar beraliran kiri di Inggris, memuat laporan berjudul “Krisis Evolusi di Kelas” ("Evolution's classroom crisis) Laporan di situs itu, yang menarik 20 juta pengunjung dalam sebulan, lalu mengatakan: “Hasil penelitian menunjukkan bahwa, di seluruh dunia, para pengajar dan siswa menolak evolusi. Hasilnya tampak mengerikan.” Bagi lingkaran Darwinis-materialis, menganggap hasil ini sebagai “mengerikan” jelas-jelas menunjukkan bagaimana topeng kepalsuan Darwinisme telah jatuh dan kepanikan yang menyertai didapatkannya temuan ini. Kepanikan ini, yang berawal dengan Atlas Penciptaan-nya Harun Yahya, semakin berkembang hari demi hari seiring tersebarluasnya tanda-tanda fakta Penciptaan dan pemaparan penipuan-penipuan Darwinis. Bahkan, keruntuhan mendunia Darwinisme sekali lagi digembar-gemborkan di dalam laporan ini :

… Mereka telah menunjukkan sampai sejauh mana evolusi telah diterima di antara siswa dan guru di negara-negara mayoritas Muslim. Tidak banyak. Tapi kemudian di Amerika Serikat tidak lebih baik, pantau Rosenau. [Tingkat penerimaan]-nya tersungkur di bagian paling bawah dari lima negara industri yang menerima evolusi. Yang lainnya adalah Turki, Siprus, Latvia, dan Lituania.

...Di Indonesia ada perlawanan terbuka, kata Wiles [dari Pusat Penelitian Pendidikan Evolusi (Evolution Education Research Centre, EERC)]. Pemimpin salah satu badan mahasiswa keberatan dengan kehadiran EERC di kampus. "Jangan melakukan survei di sini! Bagaimana Anda bisa percaya bahwa kita berasal dari kera?" teriaknya. Para mahasiswa berkumpul di belakangnya. SEBAGIAN BESAR GURU INDONESIA YANG DISURVEI MENGGUNAKAN KARYA-KARYA HARUN YAHYA DI PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI KELAS . ... semua guru biologi Mesir [yang disurvei] menentang evolusi.

Nidhal Guessoum telah turun tangan dengan mengatakan bahwa PENCIPTAAN ISLAM … tidaklah sama dengan penciptaan Amerika Serikat, YANG TELAH DISEBARKAN OLEH HARUN YAHYA.